Selainmendapat julukan 'The King of Fruit' durian juga mendapatkan julukan sebagai buah 'bintang lima' karena kandungan gizinya yang lengkap dibanding buah yang lain. Di antara kandungan nutrisi yang penting tersebut adalah vitamin B, vitamin C, zat besi, kalium, magnesium, fosfor, seng, thiamin, riblofavin, omega 3 dan 6.
Berikut adalah contoh cerpen singkat dalam berbagai tema: persahabatan, pendidikan, pengalaman, kehidupan, dll. Total ada 90+ Cerpen! Sebelum masuk ke contoh, ada baiknya kamu juga mengulas kembali tentang apa itu cerpen serta unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. Namun, jika kamu ingin langsung melihat contohnya, kamu bisa langsung memilih
Pesanmoral cerita pendek/cerpen ini adalah sahabat terbaik akan selalu membuat Anda keluar dari kesulitan. 10. Contoh Cerita Pendek (Cerpen) : Anak Anjing di Sumur "Jangan dekat sumur! Jangan mainkan disana!" pesan Ibu Anjing berkata kepada anak-anaknya. Oleh karena itu mereka tidak pernah datang ke sumur.
12Contoh Prosa dengan Tema Perempuan/Wanita. Guru pahlawan seribusatu tanda jasa. Gadis kecil duduk bermenung. Menatap kosong jendela kaca. Hanya satu yang tersirat dalam hatinya. Pulang.. Datanglah sosok yang ditakutinya. Dia Menghampiri dengan senyum malaikat. Dibujuk rayu hingga luluh.
Berikut 3 cerpen tentang Hari Ibu dapat dinikmati dalam rangka merayakan Mother's Day 2022 yang jatuh pada tanggal 22 Desember ini. Singkat & Manis. Penulis: Yulaika Ramadhani, tirto.id - 22 Des 2022 08:58 WIB Ibuku tertawa seperti lonceng yang berdenting. "Aku serius, Ibu. Kamu tau segalanya." "Anakku, aku berusaha menjawab sebaik
Menyajikankumpulan contoh puisi pahlawan singkat 2 3 4 bait. Puisi pahlawan perjuangan yang populer dan terbaik untuk mengisi hari pahlawan 10 November. PAHLAWANKU, INILAH JANJIKU Karya: NN. Menyebut Ayat-ayat suci Engkau teriakkan semangat juang demi negri Engkau relakan terkasih menahan tepaan belati Untuk ibu pertiwi. Kini kau lihat
Peringatan Hari Pahlawan setiap tahun jatuh pada tanggal 10 November, dan di tahun 2021 ini pemerintah menyimpul tema "Pahlawanku Inspirasiku". Walau begitu, menimbang keresahan yang sering terjadi akhir-akhir ini, Guru Penyemangat ingin menghadirkan cerita pendek. Cerpen berikut bertema Hari Pahlawan yang mengisahkan mereka yang sok
Yuk, langsung saja kita simak 7 puisi tentang ibu tersayang ini, melansir Detik.com. 7 Puisi Tentang Ibu Tersayang 1. Ibuku Matahariku. Ibu… Tanpa mu, aku tidak bisa lahir.. Tanpa mu, aku tidak bisa melihat dunia ini. dan tanpa mu, aku tidak bisa sebesar dan sekuat ini. Ibu… Kau malaikatku… Kau pahlawanku. dan kau matahariku. Ibu…
Butuh contoh teks drama singkat dalam berbagai tema untuk pementasan atau tugas sekolah? Yuk, baca beberapa referensinya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 11 ini! Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen. 9. Contoh Naskah Drama tentang Covid-19. "Aku tidak membawa bekal. Ibuku pagi-pagi sekali sudah bekerja karena abangku akan masuk
Pahlawankuyang Terbaik. Sinaran sang mentari Tanda tuk memulai hari-harimu Baca juga: 15 Contoh Cerpen Singkat untuk Renungan Hidup. Contoh Puisi Perpisahan untuk Guru contoh puisi tentang guru - jadi guru Kumpulan Puisi Singkat tentang Ibu yang Membuatmu Rindu untuk Pulang. 4. Kenangan Indah
Segitusaja kumpulan puisi puisi singkat untuk anak sd semoga bermanfaat. Jul 27 2020 Contoh Puisi Pendek Tentang Alam Disaat kita duduk di kelas SD ataupun SMP bahkan SMA terkadang kita diberikan tugas oleh seorang Guru untuk membacakan puisi pendek. Nov 27 2020 Contoh puisi pendek tentang ibu untuk anak tk 7.
Contoh teks pidato tentang Hari Pahlawan Nasional 2023 ini ditulis singkat, bisa di-download, dan cocok untuk anak SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. Langsung disimak saja ya: Pidato Singkat Hari Pahlawan 2023: Pahlawanku Inspirasiku. Assalamu'alaykum Warahmatullah. Salam sehat, dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat, Bapak/Ibu
Seiring berjalannya waktu, ibu pun sembuh dari sakitnya dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. 6. Contoh Cerita Pengalaman Pribadi yang Menarik: Liburan Keluarga. Berikut contoh cerita pengalaman berlibur bersama keluarga. Pada hari libur Lebaran, aku dan keluargaku pergi berkunjung ke pantai.
RPPK13 Kelas 4 Revisi 2019. Kami telah menyediakan RPP K13 Kelas 4 semester 1 dan semester 2 kurikulum 2013 untuk jenjang SD kelas 4 untuk semester 1 dan semester 2 2018/2019 dan tentunya bisa segera Bapak/Ibu miliki untuk memperlengkap keperluan Bapak/Ibu dalam mempersiapkan program belajar mengajar yang akan dilaksanakan
Itu yang selalu terngiang di telingaku dan kalau aku ingat itu, terkadang aku mengeluarkan air mata dan langsung teringat wajah kedua orang tuaku. Ayahku pahlawanku, beliau sangat sayang pada aku, adik dan ibuku. Beliau mampu membiayai semua kebutuhanku, kebutuhan ibuku, dan kebutuhan adikku. Aku sangat sayang ayahku, semoga ayahku dan ayahmu
1XlEsd9. Ilustrasi Puisi tentang Ibu Singkat, sumber foto Christian Bowen by tentang ibu singkat adalah puisi yang mengungkapkan tentang betapa besarnya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Puisi ini juga menggambarkan begitu banyak pengorbanan yang dilakukan oleh ibu dalam membesarkan dan merawat anak-anaknya hingga tumbuh tentang ibu juga bisa digunakan sebagai caption di media sosial agar lebih banyak orang yang menyadari betapa berharganya seorang tentang Ibu SingkatIlustrasi Puisi tentang Ibu Singkat, sumber foto Gaby Orcut by buku Kata-kata Menjumpa Raga oleh Sony Sukmawan 2022, puisi adalah jenis karya sastra yang digunakan sebagai bentuk ungkapan ekspresi atau perasaan tertentu. Adapun inspirasi puisi tentang ibu singkat yaitu sebagai berikut1. Bundaku SayangEngkau selalu ada untukkuMenemaniku dalam suka dan dukaMenemani hari-hari ceriaku,Engkau selalu membimbingkuMengajariku untuk berakhlak muliaEngkau bagai malaikat bagikuEngkau juga sahabat bagikuKetulusan yang ada dalam dirimuMembuat aku bangga pada dirimuJasamu tak akan pernah bisa terbalas olehkuNamun aku akan berusaha menjadi anak kebanggaanmu2. Saat Aku Menutup MataSaat ku menutup mata bundaAku tak ingin mata itu melihat ku dengan penuh airSaat ku menutup mata bundaAku tak ingin hati itu seakan tergoresSaat ku menutup mata bundaAku ingin bibir itu tersenyumAku tidak ingin engkau terlukaMungkin ini adalah lihatan yang sangat bagimuTapi aku tak ingin melihat dengan seakan tak sanggup melepaskankuAku hanya ingin engkau merelakankuDan mengantarkan aku pulang ke rumahku dengan senyumSaat ku menutup mata bundaAku bahagia bisa jadi anakmu3. Kesunyian IbuDahinya adalah jejak sujud yang panjangPerjalanan waktu membekas di pelupuk matanyaDerai air mata di pipinya telah mengeringTanpa sisa, tanpa ada yang mendugaIa memilih jalan sunyi untuk bertanyaHiruk pikuk untuk tersenyum di beranda deritaMenjerit saat lelap berkuasaBerdoa bukan untuk dirinya4. Ibuku PahlawankuKau selalu ada disampingkuKau berjanji akan menemanikuKau telah melahirkanku dengan taruh nyawaPuisi tentang ibu singkat yang disebutkan di atas sangat penuh makna dan bisa digunakan sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang yang mendalam untuknya. DLA
Hai, Sobat Guru Penyemangat, kira-kira ada berapa banyak nama-nama Pahlawan yang kamu ketahui?Pastinya ada banyak, ya. Dan saking banyaknya nama-nama Pahlawan, kita pun hanya ingat beberapa darinya. Eh, gak gitu juga sih! HahahaDan, sadarkah kita bahwa di era masa kini pahlawan itu ada di mana-mana? banyak pahlawan yang sejatinya ada di dekat kita. Bahkan, mereka mungkin adalah orang yang kita temui, kita sapa, dan kita ajak untuk berbincang-bincang setiap pahlawan itu? Salah satunya adalah guruku, gurumu, dan guru kita semua. Berikut ada cerpen inspiratif tentang Guruku disimak ya SobatCerpen Guruku PahlawankuAku masih ingat kisah penuh emosi di kala itu. Saat di mana aku masih pertama kali mengenakan baju putih merah, berdasi dan bertopi dengan lambang Tut Wuri aku diminta wajib bersepatu hitam tanpa ada sedikit pun putih. Kewajiban itu harus kupenuhi karena akan jadi bukti bahwa aku benar-benar ingin sekolah. Atau, malah datang dengan malu-malu. Aku tidak punya teman, juga tidak punya bekal ijazah Bagaimana lagi, kata Ibuku, “Kamu yang semangat belajar ya, Nak. Ibu takbisa terus membawamu ke ladang yang jauh. Ibu sudah bilang kepada Guru agar kamu jadi anak bawang.”Aku mana mengerti yang namanya anak bawang. Yang kumengerti hanyalah datang ke sekolah bisa dengan jalan kaki, terkadang mendapat uang jajan, serta tidak boleh WIB aku sudah harus tiba di sekolah dan menaruh tas gandeng yang baru saja dibelikan Ayahku dari hasil jualan umurku waktu itu barulah 5 tahun. Kata Ibu, aku tidak perlu masuk TK karena lokasinya jauh di kota. Dengan keadaan yang seadanya seperti ini, bagaimana mungkin Ayahku bisa membiayai ongkos naik angkot desa ke kota jaraknya memang cuma 20 KM dengan ongkos angkot Mungkin bagi orang itu hanyalah angka uang yang kecil, bahkan tidak cukup untuk beli jajanan. Tapi bagiku?Sudah sangat besar.*“Dika, mulai besok Dika duduk di bangku depan di pojok kanan ya. Jangan lupa untuk membawa buku dan pensil.”Mulai detik ini, saban hariku disibukkan dengan aktivitas pergi dan pulang sekolah. Aku tidak pernah lupa untuk membawa buku pelajaran berikut dengan alat tulis. Tapi ada satu hal yang selalu dilupa, yaitu aku lupa bertanya kepada Buru Guru tentang apa itu anak sudahlah. Aku juga tidak terlalu peduli kala itu. Yang penting aku bisa bermain dengan teman, sesekali jajan ketika jam istirahat tiba, dan sepulang sekolah aku bisa membantu Ayah dan Ibuku di bahkan sangat bahagia karena setelah dua bulan bersekolah di SD, aku dibelikan sepeda oleh Ayah. Kata Ayah, sepeda ini boleh aku gunakan untuk kendaraanku menuju sekolah. Soalnya jarak ladang dari sekolahku lebih dari 1 cukup jauh bila ditempuh dengan jalan kaki.*Memasuki bulan keempat, entah mengapa aku di kala itu mulai sadar. Ternyata teman-teman sekelasku semuanya sudah lancar membaca dan mayoritas dari mereka adalah lulusan aku?Membacaku masih mengeja dua-tiga huruf, bahkan aku belum bisa membaca kata. Aku memang selalu menyempatkan diri untuk belajar di rumah, sayangnya kesempatan itu sering kali baru datang malam siang-sore hari aku biasanya membantu kedua orang tua di begitu, semangatku waktu itu tak kian surut. Soalnya Bu Guru begitu perhatian kepadaku. Sebagai seorang guru kelas, beliau dengan sabar mengajariku membaca, berhitung, serta mengulang kembali bacaan hingga menempel di sisi yang sama, semakin bertambah hari aku semakin lancar membaca dan berhitung. Biarpun belum lebih lancar daripada teman-teman, namun setidaknya aku sudah lebih memasuki semester kedua, aku mulai sadar betul mengapa Bu Guru memintaku untuk duduk di bangku paling depan pojok kanan. Karena selain dekat dengan papan tulis, aku juga bisa lebih fokus dalam belajar.*Nyaris dua bulan sudah berlalu sejak hari itu, dan sekarang aku sedang deg-deg-an menanti rapor. Aku sudah yakin bahwa diri ini tidak akan mendapat peringkat, bahkan 10 besar. Tapi entah mengapa, aku begitu setelah menerima rapor, aku pun turut bahagia karena di sana ada keterangan “Naik ke Kelas II”.Namun, pada saat aku ingin keluar kelas, secara tiada sengaja aku melihat Ibuku sedang mengobrol dengan Kepala Sekolah dan Bu Guru kelas terdengar olehku berkali-kali tentang ucapan “Anak Bawang” dan “Jangan Naikkan Anakku”.Seketika itu pula wajahku menjadi mendung. Aku sudah mulai mengerti tentang apa itu maksudnya “Anak Bawang”.Wajar, kok. Wajar bila aku tidak naik kelas. Selain faktor umur, sejak awal masuk kelas Ibuku pun sudah berpesan dan menitipkanku kepada Bu Guru kelas I sebagai anak sudah sangat bisa menerima keputusan begitu, mendungku terus-terusan disapu oleh pembelaan yang dilakukan oleh Bu Guruku. Beliau berkata kepada kepala sekolah dan Ibu bahwa aku layak dinaikkan karena sudah lancar membaca dan Aku tidak mau mendengarkan keberlanjutan kisah itu. Aku pun memilih untuk membeli sepotong coklat di kantin samping sekolah seraya mengembalikan mood yang sedang kelam ini.*Hari ini sudah siang dan aku pun sudah pulang bersama Ibu. Sesaat setelah sampai di rumah, ternyata sudah ada Ayah yang menyambutku dengan sepiring sate daging sapi dan sebungkus buah jeruk.“Lho, Ayah tidak ke ladang?”Ternyata Ayah sudah lama menanti kepulanganku. Beliau pun libur bekerja hari ini karena ingin melihat rapor hasil perkembangan meski sudah tahu bakal tetap duduk di kelas satu, aku pun tetap bahagia. Yang penting aku di hari ini sedikit lebih baik daripada aku yang dulu, khususnya soal berhitung dan membaca.*Sebulan berlalu sejak hari itu dan hari ini adalah hari Senin. Aku sudah bersiap datang ke sekolah, bahkan aku berangkat lebih pagi dengan di sekolah, aku langsung menaruh tas di bangku kelas I yang letaknya di pojok kanan. Aku bersiap menatap hariku seraya berharap agar bisa belajar lebih fokus lagi.“Eh, Dika. Kok kamu malah duduk di sini? Kamu salah kelas!”Tiba-tiba Bu Guru kelas I menegurku. Lho, apa yang salah dengan diriku. Memangnya ada kelas baru! Tanyaku dalam hati.“Dika. Kamu kan sudah kelas II, jadi ruanganmu di sebelah, ya. Nanti wali kelasmu adalah Pak Guru. Dika harus belajar lebih giat pokoknya.”“Lha. Bukannya kemarin kata Ibu, Dika masih anak bawang, Bu?”“Iya, anak bawang yang naik kelas. Dika sudah layak naik kelas kok. Bagaimana bisa Ibu biarkan di kelas ini.”Mendungku hari itu langsung hilang laksana awan tipis yang ditiup oleh angin. Ternyata aku yang kemarin anak bawang sekarang benar-benar telah naik Guru benar-benar pahlawanku, pahlawan yang tulus dan rela mengorbankan waktunya demi mengajariku. Beliau benar-benar sosok pahlawan yang sabar dan senantiasa tulusnya hati ini, aku hanya bisa berucap, “Terima kasih, Guruku”, karena engkaulah Pahlawanku.***TAMATDemikianlah sajian cerpen tentang Guruku Pahlawanku yang bisa Guru Penyemangat sajikan. Semoga bisa menginspirasi, ya. Karena terkadang pahlawan itu ada banyak di dekat BacaCerpen Pahlawan, Bukan Sok PahlawanCerpen Pahlawanku Inspirasiku Ayah
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sore itu masih tampak cerah. Kedatangan senja belum terdengar kabarnya. Tapi kabar sebuah tangisan telah terdengar oleh Tulus. Kayu-kayu bakar yang telah dikumpulkannya dari hutan baru saja ia letakan di belakang rumah. Tulus segera masuk untuk mencari sumber suara di pintu dapur, adik Tulus sedang berdiam diri. Raut wajahnya susah ditebak. Antara kecewa dan sedih. "Kenapa dek?," tanya Tulus. Adiknya masih terdiam. Hanya dari pandangan matanya Tulus mencoba mencari jawaban. Mata itu tertuju pada sosok perempuan setengah tua yang duduk di pojok dapur. Ia adalah Ibu kedua anak itu. Tulus dan adiknya. Barulah Tulus tau, suara tangisan itu keluar dari mulut Ibunya. "Kalaulah ayahmu pulang, tentu Ibu akan belikan kamu mainan," berkata Ibu di sela-sela isak tangisnya. Tulus mulai mengerti akar permasalahan keadaan di dapur rumahnya. Seperti biasa, adik terus meminta mainan yang diinginkannya. Dan Ibu nampak masih belum sanggup membelikannya. Tak salah juga adik Tulus meminta mainan. Diantara anak-anak kampungnya, adik Tulus termasuk anak yang paling terbelakang dalam hal memiliki mainan. Tulus sendiri sering merasa bersalah karena tak sanggup membelikannya. Mengharapkan uang dari Ibu juga agaknya susah. Ibu hanyalah seorang pedagang sarapan dipagi hari. Penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, uang jajan dan sekolah Ibu baru membelikan mainan buat anaknya ketika ayah pulang. Tetapi hampir setahun ayah masih di perantauan. Uang hasil kerjanya pun selama itu tak pernah sampai ke keluarga Tulus. Hal semacam itulah yang nampaknya membuat ibu bersedih. Menangisi keadaan agaknya mengerti kenapa Ibu menangis sampe sebegitunya. Yang pertama karena ibu melihat anaknya bersedih, kedua karena Ibu tak mampu memenuhi keinginan anaknya, dan ketiga karena suaminya sudah lama tak kunjung ada kabar Ibu tetaplah seorang perempuan yang tegar, sabar dan terus bekerja keras. Tegar dalam menghadapi permasalahan, sabar dalam menerima keadaan dan terus bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Ia jarang sekali terlihat mengeluh, meski peluh tak pernah berhenti membasahi tubuhnya. Amat sedikit waktu untuknya menangis, meski berlapis-lapis kebutuhan keluarga ditanggung sendiri. Tak pernah Ibu terlihat putus asa meski asa baginya membahagiakan anak-anaknya peluangnya sedemikian kaulah pahlawan keluarga kami. Lihat Cerpen Selengkapnya
Sepedah antik yang saat ini menjadi incaran banyak orang karena sepeda itu bekas peninggalan dari pejuang bapak Soekarno Sang saat itu aku dan teman-teman sedang membicarakan tentang sepeda yang menjadi perhatian banyak orang karena sepeda tersebut peninggalan dari bapak Ir. Soekarno sang pejuang BUKAN. Sepeda yang saat ini dimiliki oleh seorang kakek. Veteran 45 Yang tetap gagah dan kakek Burhan. Kakek tersebut sudah lama memiliki sepeda dari tahun 1947, keadaanya memang begitulah karena sepeda sejarah dari para terkadang heran,, bagaimana bisa kakek yang sudah tua itu memiliki sepeda sangat banyak di incar oleh pemburu barang suatu ketika aku bertanya pada kakek tersebut dan kebetulan rumah kakek tersebut, tidak begitu jauh dari rumah malam hari aku dan teman – teman, berkunjung ke rumah kakek tersebut, dan kamipun bertanya tentang dari mana kakek mempunyai sepeda itu, hingga alasan apa kakek mendapatkan warisan sepeda yang bagus senang hati kakek itu mencertitakan kepada kami. singkat cerita mengapa dia mempunya sepeda dan bagaimana dia mempunyai sepeda kakek pun bercerita, dia mendapatkan sepeda tersebut karena dia pahlawan veteran perang pada masa penjajahan kami bertanya lagi pada kakek tersebut, bagaimana dia mempunyai sepeda tersebut, dengan cara merampas atau sengaja di kasih oleh Bung Karno sang sedikit kejam pertanyaan kami, ya itulah kamikan anak muda yang kadang semaunya bertanya kepada orang yang tua tanpa pandang bulu pun menjawab nya, dulu saya mantan asisten Bung Karno dapa saat Bung Karno singgah terus di asingkan di juga lantas menanyakan tentang kelanjutanya dari cerita kakek pun bertanya kembali, kek maaf apa benar dulu kakek di kasih Bung Karno sepeda itu,,,,? gagah nya kami bertanya seakan akan mengharapkan jawaban atau seperti menginterogasi kami kan orang mahasiswa pun menjawab lagi,,,, ya benar saya mendapatkan sepeda itu dari pemberian Bung Karno sendiri pada saat Bung Karno singgah dan di asingkan di juga tidak menyangka mengapa Bung Karno bisa memberikan sepedanya kesayanganya kepada saya.“Bung Karno cuma berpesan agar merawat dan menjaga sepeda sampai bisa di wariskan kepada anak dan cucu kami nantinya.”Pesan Bung Karno sepeda itu simbol dari perjuangan dan alat dari perjuangan hingga rakyat dapat melawan penjajah belanda pada waktu dari cerita nya itu kami tidak percaya dengan cerita nya. Tapi kami percaya dengan pernyataan kakek itu, “Sepeda saat itu memang simbol dari perjuangan dan alat rakyat jelata pada saat melawan penjajahan juga saat itu berbisik kepada teman-teman disamping apa dia percaya apa cerita dari kakek itu,,,, ” Teman pun menjawab bahwa dia juga tak percaya apa yang dicerita kakek tersebut,,,” dari segi arsitek tentang sepeda nya benar sepeda yang dimiliki Bung Karno. Sepeda itu banyak yang mencari akhirnya bertanya lagi pada kakek tersebut. Apa yang kakek katakan benar. Dengan nada menyinggung perasaan kakek pun kembali menjawab, “Saya mendapatkan sepeda nya dari pemberian Bung Karno, kalian tidak percaya sini saya lihatkan surat surat kelengkapan dari sepeda itu,,,,Kakek pun bergegas menuju kamarnya akan mencari surat sepeda tersebut,,” tidak lama kakek itu dapat menunjukan surat dari sepeda itu,,”Memang iya di dalam surat nya terdapat tanggal dari pembuatan dan penerimaan dari sepeda nya kepada kakek kami pun masih belum begitu yakin dengan apa yang terjadi cerita yang mistis dari kakek tersebut. maksud nya kakek itu mungkin bercerita menit kemudian kami melihat isi dari surat nya apa kata kakek itu tentang surat yang asli dari Bung Karno. setelah kami perhatikan dan kami cermati bahwa surat itu ternyata menanyakan kembali kepada kakek itu apa benar surat itu asli atau pun menjawab surat itu surat yang asli dari Bung Karno,,,,” Setelah mendengar ceritanya dari Bung Karno kami berpikir dan melihat lagi surat kami melihat dan kami angkat kertas,, ternyata kami lihat tidak adanya tanda pada surat nya,,,, kami pun sangat yakin bahwa surat itu adalah surat yang palsu, hanya di buat sendiri dari kakek juga tidak mempermasalahkan apa ini surat itu dan kami bergegas akan pamit kepada kakek tersebut. pada saat kami berada di perjalanan kami berfikir tentang semua jawaban dari kakek katakan tentang semua surat yang kakek tunjukkan sempat memperoleh jawabannya aku terbangun dari tidur ternyata tadi aku sedang bermimpi,,,,”Betapa kaget nya aku ternyata cuma bermimpi dan berkhayal. Tamatttt….. lucu yaaaaSekian dulu ya kawan,,, jangan marah yaaaa
cerpen singkat tentang ibuku pahlawanku